LOVE-IN-SILENCE

10 Jul 2011

Seorang ibu memberikan yang terbaik untuk anaknya sekalipun dia berada diposisi yang terpuruk, ia berkorban agar anaknya menjadi yang sukses kedepannya.

Mamaku punya 1 mata, aku membencinya. Dia memalukan aku. Dia memasak di SMP tempat aku sekolah untuk biaya hidup kami. Hari itu dia datang ke kelas dan menyapaku. Aku malu, lalu mengacuhkannya dan berlari pergi.

Keesokan harinya, teman mengejekku, ingin rasanya aku menghilang. Saat pulang,aku berteriak kepadanya Kalau kau membuatku jadi bahan tertawaan, kenapa kau tidak mati saja?! Aku marah saat itu.

Aku bertekad keluar dari rumah itu tidak berhubungan dengan dia. Jadi, aku belajar dengan semangat akhirnya mendapat beasiswa belajar d singapura. Aku menikah, punya anak bahagia kehidupanku.

Suatu hari, Mama datang ke singapura menjenguk, saat di depan pintu, anakku melihat ketakutan, saat itu aku berteriak Beraninya kau datang ke rumahku, pergi dari sini, kau menakuti anak-anak !! Dia terkejut menjawab Maafkan saya, saya salah alamat

Setahun kemudian, datanglah undangan reuni SMP. Aku hadir. Setelah itu, aku melihat 1 rumah, dimana aku tinggal saat itu. Kata tetangga, mama meninggal, aku tidak meneteskan air mata. Tetanggaku memberikan surat yang mama ingin aku membacanya.

Anakku tercinta, aku memikirkanmu setiap saat, Maafkan aku saat datang ke singapura menakuti anakmu, maafkan aku membuatmu malu didepan temanmu..

Semoga kamu mengerti… Waktu kecil kamu mengalami kecelakaan kehilangan 1 mata, sebagai mama aku tidak sanggup melihatmu tumbuh 1 mata, aku memberikan milikku..

Aku bahagia anakku memperlihatkan dunia untukku dengan mata itu.


TAGS Renungan Khato


-

Author

Follow Me